Home / Artikel / Ramai Isteri Keliru Dulukan Mentua Atau Ibu Bapa Kandung, Dr. Ustaz Rozaimi Buat Pencerahan!

Ramai Isteri Keliru Dulukan Mentua Atau Ibu Bapa Kandung, Dr. Ustaz Rozaimi Buat Pencerahan!

Tempat istri memang untuk suaminya. Terlepas dari semua cara dan keadaan, selama suami tidak melanggar ketentuan, seorang istri wajib menjadikan suaminya nomor satu. Kemudian kemudian menempatkan orang tuanya lebih dulu.

Begitulah ceritanya dengan suami yang merupakan nomor teratas dalam kehidupan istri yang cantik.

Ada pendapat bahwa tempat kedua untuk seorang istri adalah orang tuanya, orang tua dari suaminya atas ayah kandungnya sendiri. Harus memprioritaskan orang tua orang tua daripada orang tua kandung. Mengapa demikian?

Banyak istri yang salah. Tidak perlu mengikuti dan tidak pasti, adalah baik bagi semua istri untuk memiliki penjelasan lengkap tentang api unggun daripada seharusnya, Dr. Ustaz Rozaimi Ramle yang menyatakan ini dengan jelas.


UNTUK ISTRI: LEBIH BANYAK BELAJAR DARI IBU BAYI?

Jika istri suami no 1, mertua lebih penting daripada orang tua mereka sendiri benarkan? Jika suami Anda lebih penting daripada istrinya? Tapi perawatannya memang istrinya yang harus lebih dulu. Tetapi kesejahteraan orang tua tidak dapat diabaikan.

Jawaban:
Tidak ada proposisi seperti itu.

Bayangkan jika sepasang orang tua hanya memiliki satu anak perempuan atau semua putrinya dan mereka menikah. Bayangkan jika semua putrinya lebih mertua daripada orang tua mereka sendiri.

Jangan mengajari kita omong kosong ini.

sebagai putra bagi orang tuanya. Istri juga memiliki tanggung jawab sebagai anak kepada orang tuanya sendiri.

Ya, kita harus baik kepada mertua kita.


PERNYATAAN WANITA: MELAYANI KE MENTUA?
Di sini kita berbagi ringkasan fatwa, seperti ustaz

Telah tersebar di masyarakat bahwa ketika seorang Muslim menikah, maka orang tua dari suami, yang lebih tua untuk Muslimah, lebih penting bagi Muslim daripada orang tua Muslim sendiri.

Apakah itu benar?

19659002] Jawaban:

Berikut ini ringkasan fatwa dari www.islamqa.com yang dipimpin oleh Shaikh Salih al-Munajid:

  1. Tidak ada argumen yang menunjukkan kewajiban seorang Muslim untuk melayani tuannya.

2. Seorang istri harus melayani mentalnya dengan baik atas dasar kesopanan selama dia dalam batas kemampuannya.

3. Suami harus menyadari hal ini bahwa ia tidak memiliki hak untuk memaksa istrinya melayani orangtuanya, dan sang isteri tidak diwajibkan untuk melakukannya bahkan jika sang suami memerintahkannya. Ini karena itu bukan kewajiban wajib ketika akad nikah berlangsung.

4. Pada saat yang sama, umat Islam juga disarankan untuk memberikan layanan yang terjangkau kepada orang tua mereka karena mereka juga akan menjadi ibu, dan akan memiliki menantu laki-laki mereka, dan inilah saatnya bagi mereka untuk membantu menantunya.

5.

* Di atas adalah kesimpulan dari Fatwa Shaikh Muhammad bin Soleh al-Uthaimin, Syaikh 'Abdul Aziz bin Baz, Syaikh Abdullah bin Qu' ud, dan Shaikh 'Abdullah bin Ghudayan, Syaikh' Abdul Razzaq 'Afifi

Wallahua'lam.

Credits: Dr. Ustaz Rozaimi Ramle – Hadis

Tinggalkan Komentar

facebook LIKE UTK TERIMA UPDATE TERKINI & KLIK [X] UTK TUTUP--> Button Close

Like kami di facebook untuk menerima update terkini terus ke wall facebook anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

kerja kosong malaysia