Home / Artikel / Lawak Antarabangsa Apakah? Hubungan Negara Dengan Korea Utara Tegang, Orang Kita Masih Mabuk Dengan Politik

Lawak Antarabangsa Apakah? Hubungan Negara Dengan Korea Utara Tegang, Orang Kita Masih Mabuk Dengan Politik

Tampaknya belakangan ini hubungan Malaysia – Korea Selatan agak tegang dibalik kasus kematian abg tiri kepada pemimpin negara komunis bersangkutan, Kim Jong-nam di KLIA baru-baru ini.

Pihak Korea Utara dengan biadap mencampuri hal urusan pemerintah Malaysia ketika menuduh Polisi melakukan penyelidikan berat sebelah.

Kondisi ini semakin tegang ketika duta besar Korea Utara telah dicanangkan "persona non grata", kondisi juga semakin parah ketika pihak Korea Utara telah melarang warga Malaysia meninggalkan negara tersebut dan turut dibalas oleh Malaysia.

Namun, ada suara-suara tidak sedap rakyat Malaysia sendiri masih mabuk dengan politik, mengaitkan hal keamanan negara ini dengan politik murahan seperti yang disuarakan oleh saudara Ayman Rashdan Wong ini.



LAWAK INTERNASIONAL


Saya ingat Kim Jong-un (pemimpin Korea Utara) dah kira manusia paling lawak di dunia, rupanya ada yang lebih lawak dari itu. Mengapa saya bilang begitu?


Sebelum itu, mari kita "rewind" dulu pasal drama "Attack on Kim Jong-nam" ini. Kasus dia macam ini: Kim Jong-nam abang Kim Jong-un dibunuh di KLIA. Polisi Malaysia ingin melakukan otopsi. Kedutaan Korea Utara tak bagi, nak tuntut balik mayatnya. Pendirian polisi kita adalah sila ikut prosedur Malaysia. Tak puas hati punya pasal, Duta Korea Utara yaitu Kang Chol mempertikaikan hukum Malaysia.


Maka Malaysia menyatakan Kang Chol sebagai "persona non grata" (orang yang tidak dihargai), dengan arti kata lain, halau. Korea Utara pula membuat pengumuman bahwa rakyat Malaysia (ada dalam 11 orang, kebanyakan staf di Kedutaan Malaysia di Pyongyang) tidak diizinkan meninggalkan Korea Utara.


Apakah Malaysia berhak untuk menyatakan Duta Korea Utara sebagai "persona non grata"? Ada. Ia telah dialokasikan dalam Pasal 9, Konvensi Wina Tentang Hubungan Diplomatik 1961. Yang bersalah dalam hal ini adalah Korea Utara karena 11 warga Malaysia yang bertugas di Kedutaan (9 orang) dan World Food Programme (2 orang) ditahan itu memiliki kekebalan diplomatik ( "diplomatic immunity "). Dalam hukum internasional, diplomat hanya bisa dihalau, tidak dapat ditahan.


Dari awal drama ini Malaysia telah bertindak sesuai hukum dan norma internasional . Namun, autopsi akan mengungkapkan kebenaran tentang kematian misterius Kim Jong-nam. Kedegilan Korea Utara dalam memberi kerjasama seolah-olah memberi tanda ada udang di sebalik mee Jajangmyeon.


Apa yang Korea Utara buat sekarang adalah "blackmailing" ( pemerasan). Ini bukan kali pertama. Tanyalah tetangga Korea Utara yaitu Korea Selatan dan Jepang sudah berapa kali diperas ugut olehnya. Di tahun 2009, Korea Utara juga menahan dua orang wartawan Amerika Serikat, dan mereka hanya dibebaskan setelah mantan presiden Amerika, Bill Clinton mengunjungi Pyongyang untuk negosiasi rahasia.





Dengan membuat rakyat Malaysia sebagai tebusan ( "Hostage"), rezim gangster Korea Utara berharap dapat menebus balik mayat Kim Jong-nam yang berisi kebenaran yang mereka coba sembunyikan. Malaysia tidak menemukan pasal dengan Korea Utara, Korea Utara yang mencari pasal dengan kita. Kalau kali ini Malaysia mengizinkan Korea Utara membawa balik mayat sesuka hati, apa yang bakal terjadi setelah ini? Orang asing datang membunuh rakyatnya dan membawa balik?


"Battle of the Wills" ini menguji siapa yang mengalah terlebih dahulu. Dalam hal ini, orang asing sedang menginjak kepala kita karena kita mempertahankan hak kedaulatan kita, jadi kita harus bersatu sebagai warga Malaysia yang bermartabat, bukan memperlekehkan pemerintah sendiri. Kalau di saat ini pun Anda masih ingin menjadi zombie politik, mohon pindah ke Korea Utara.


Dalam drama kali ini, ada sebuah aktor yang nampak berdiam , yaitu Cina. Sebenarnya Cina mengalami dilema antara Korea Utara dan Malaysia: Cina melihat Malaysia sebagai mitra strategis di wilayah Asia Tenggara, namun pada saat yang sama Korea Utara adalah pion penting dalam percaturan geopolitik Asia Timur. Kalau Cina mendukung Korea Utara, Malaysia akan tersinggung. Kalau Cina mendukung Malaysia, Korea Utara pula akan tersinggung. Jadi lebih baik Cina berdiam.


Tahun 1981, tiga staf Kedutaan Uni Soviet dinyatakan sebagai "persona non grata" karena diduga mengintip. Dengar, Uni Soviet itu. Malaysia pun tidak gentar. Apalagi Korea Utara.



"Ha ha ha … tengok, ada orang Malaysia kutuk pemerintah sendiri karena masalah yang kita timbulkan. 바보 (BABO)! "Kata seorang ajumma yang sedang menonton berita TV dalam rumahnya di Pyongyang.


Siapakah lawak internasional sekarang?

facebook LIKE UTK TERIMA UPDATE TERKINI & KLIK [X] UTK TUTUP--> Button Close

Like kami di facebook untuk menerima update terkini terus ke wall facebook anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

kerja kosong malaysia