Home / Gaya Hidup / Kisah Guru Dan Anak Murid Ini Bukan Biasa-Biasa Aje. Perkongsian Yang Penuh Emosi Dan Tersirat!

Kisah Guru Dan Anak Murid Ini Bukan Biasa-Biasa Aje. Perkongsian Yang Penuh Emosi Dan Tersirat!

Kami biasanya mendengar kata-kata ini, guru bagaikan lilin yang membakar untuk menerangi yang lain. Itu adalah perumpamaan yang paling tepat dalam menggambarkan layanan dan pengorbanan para guru ini, Mohd Fadli Salleh yang berbagi cerita tentang kisah muridnya yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah.

Mungkin ceritanya begitu akrab, tetapi ada unsur moral dan manusia yang ditunjukkan oleh guru ini bahwa ini adalah garam kehidupan yang membesarkan anak-anak terutama mereka yang berpenghasilan rendah.

Biarkan kemitraan ini membuat kita berpikir menjadi orangtua yang peduli yang hidup dalam komunitas orang.

__________________________________________________________________

“Guru! Guru! “Teriak dua siswa dari kejauhan Senin pagi.

“Kenapa kalian berdua? Ada apa di celana? “Aku bercanda.

“Haha. Tidak ada guru. Beberapa siswa tidak mau pergi ke sekolah. Murid baru itu. Dia ada di lorong gajah. ”

Tanpa penundaan saya pergi. Dari kejauhan saya melihat bocah berusia 4 tahun menempel di tiang dan melihat pagar sekolah. Saya membawanya ke situs perakitan. Digelengnya kepala.

Saya mencoba menarik tangan saya, mengikat tiang dengan erat ke tiang. Cara saya melakukannya, saya menggunakan taktik rahasia.

Gosok kepalanya. Menurunkan sedikit pelunakan jantung. Kalau begitu, semoga beruntung. Dengan berat, pelukan pada tiang dilepaskan.

Kami berjalan bersama. Tanganku, aku menaruh bahunya dalam pelarian. Seperti pasangan yang sudah menikah. Untungnya dia tidak memelukku. 😂😂

Saya baru saja melakukannya. Biarkan dia merasa aman dan tidak terancam, dan sebagai tindakan pencegahan keselamatan dia langsung lari ke pagar. Haru ingin pergi.

Bagian belakang kemejanya basah kuyup. Sungguh aneh bahwa saya juga, barang bajunya basah.

Dia tidak mau masuk kelasnya di majelis. Jadi saya bawa ke papan tertutup ini dan tanyakan.

Saya sedang menginvestigasi kot kot bahwa dia diganggu. Tidak

Tanya tentang belanja. Ada.

Apakah dia takut pada saya atau salah satu guru sampai saya tidak mau sekolah? Tidak

“Setelah itu kenapa?” Soalku.

Diamlah. Mata kolam renang ada di udara. Satu dua tetes mulai turun. Ah sudah!

Saya ingat dia memiliki seorang saudara laki-laki di tahun keenam. Tanpa penundaan, saya memerintahkan murid lain untuk memanggil saudara laki-lakinya.

Dan inilah mereka. Dia sabar dengan saudaranya. Untuk saran dan kata-kata antusiasme.

Sepanjang proses persuasi-dibujuk oleh saudara, saya diam tanpa menyela. Saya membiarkan dua saudara ini berkomunikasi dan saya hanya seorang pengamat.

Biarkan mereka berdua mendapatkan apa yang mereka lakukan. Biarkan saudara itu menunjukkan tanggung jawab dan cinta seorang tetangga.

Rupanya, mobil ayah mereka rusak. Setiap hari berjalan ke sekolah. Terlalu jauh. Pakaian mereka basah oleh keringat.

Saudara-saudara ini adalah 11 saudara laki-laki. Anak ini adalah anak ke 8. Dia memiliki pensiun.

Tujuan saudara ini tampaknya berhasil. Adik laki-laki dan akhirnya menyebabkan antrian di kelas mereka.

Pada saat yang sama, saya juga menyebutkan semangat dan motivasi untuk budak ini. Dia mengangguk tanda.

Keesokan harinya, segera setelah anak ini tiba, dia terus mencari saya.

“Guru! Saya datang, “katanya tersenyum bangga pada dirinya sendiri.

Saya memuji sikapnya. Gosokkan sedikit kepala maka kita ‘Hi 5’ menggoda. Lebih menyenangkan baginya. Senyum besar tidak bermain.

Saat aku menggenggam pundaknya, itu terasa basah dengan kemejanya. Ini berjalan lagi.

Dan kemarin sama. Sejauh sekolah dia mencari saya lagi untuk membesarkannya dengan penuh antusiasme.

Seperti yang saya alami kemarin saya mulai membagikan kupon gratis untuk anak yatim, anak-anak dari keluarga yang bercerai, dan anak-anak dari keluarga miskin. 2 kupon memberi saya hadiah secara gratis. Senang dia absurd.

Dia terus berlari agar kakaknya membagikan kupon. Saya tidak mengizinkan dia untuk berbagi, sebaliknya saya memberikan kupon lain untuk saudara itu.

Banyak ucapan terima kasih. Sangat menyenangkan mereka tidak bisa dipercaya.

InsyaAllah saya punya waktu untuk melakukan perjalanan keluarga. #DanaKITA akan mencoba membantu yang mana saja yang bisa. Tujuannya adalah membantu memperbaiki mobil ayah, dan melihat apa kebutuhan lain yang bisa menjadi #Kami membantu kami lagi.

Terima kasih atas karunia pemberian yang murah hati untuk anak-anak ini melalui #DanaKITA. Keduanya menerima manfaat dan senang memilikinya.

Terima kasih!

#MFS
– Cinta bukanlah batas

Sumber: Mohd Fadli Salleh III

facebook LIKE UTK TERIMA UPDATE TERKINI & KLIK [X] UTK TUTUP--> Button Close

Like kami di facebook untuk menerima update terkini terus ke wall facebook anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

kerja kosong malaysia