Home / Artikel / ‘Kereta saya dilanggar dari belakang, saya bukan road bully’ – Pemandu BMS 7 jelaskan cerita sebenar

‘Kereta saya dilanggar dari belakang, saya bukan road bully’ – Pemandu BMS 7 jelaskan cerita sebenar

KUALA LUMPUR – "Tidak ada isu nasionalisme yang dibangkit dalam perkelahian dengan pakcik itu," demikian kata pria yang videonya bertengkar dengan seorang pria berusia lingkungan 40-an di media sosial.

Dalam kejadian jam 1.30 petang pada 13 Juli di Lembah Klang, pengusaha, Simren Singh, 27, menegaskan bahwa dia bukan road bully seperti yang diduga netizen di media sosial.

Katanya, adalah tidak adil netizen menghentamnya di media sosial hanya berdasarkan apa yang dilihat saja tanpa mengetahui cerita sebenarnya.

"Tolong buka mata warga Malaysia, jangan terlalu mengikuti perasaan. Cobalah mengerti situasi dulu. Tidak ada isu nasionalisme yang dibangkitkan dalam perkelahian dengan pakcik itu baru-baru ini. Video ini jika dilihat persis, hanya saya seorang saja dalam mobil, "katanya.

Dalam laporan The Sun Daily, Simren mengatakan mobilnya ditabrak dari belakang

"Insiden itu terjadi pada 13 Juli sekitar jam 1.30 petang yang ketika itu saya dalam perjalanan pulang ke rumah menggunakan Jalan Genting Klang di Setapak dan mencoba masuk ke jalur kanan dan ditabrak oleh sebuah mobil berwarna abu-abu yang dipandu pria itu.

"Setelah terjadi kecelakaan itu, kami berhenti di tepi jalan untuk membicarakan apa yang terjadi tapi pria itu mengamuk dan melemparkan kata-kata berbau rasis terhadap saya," kata Simren mengutip laporan dari The Sun Daily.

Menurut Simren, orang awam yang menyaksikan kejadian itu mencoba menenangkan keadaan dan menasihatkannya untuk masuk ke dalam mobil karena kondisi tidak begitu aman setelah ada sekelompok pria yang memakai helmet mengelilingi mereka.

"Saya beritahu pria itu untuk selesaikan insiden itu dengan saya. Saya rasa road tax mobil pria itu sudah kadaluarsa. Ketika publik mulai campur tangan, saya mengambil keputusan untuk pergi dari tempat kejadian. Namun pria itu merekam gambar mobil saya sebelum dia mulai memukul dan menendang mobil saya, "katanya.

Setelah 24 jam dari kejadian itu, Simren membuat laporan polisi.

"Saya tidak yakin tentang pria itu tapi saya diberitahu petugas penyidik ​​bahwa pria itu belum membuat laporan polisi.


Video yang diunggah oleh David Marshel pada Sabtu lalu telah ditonton sebanyak 816,735 kali dan dibagi 19,407 pengguna Facebook.

Menurut David, pria tersebut yang memiliki 9 gugatan pelanggaran lalu lintas juga pernah direkam intimidasi pengguna jalan yang lain pada Januari lalu.

Foto – muas Sazwan Mazlan

Dalam video tersebut, Simren yang mengemudi mobil BMS 7 dilihat sengaja memperlambat kendaraan dan tidak mengizinkan korban yang berada di belakang memotong kendaraannya. Sampai di satu tikungan, Simren dengan sengaja menghentikan kendaraannya di tengah jalan dan keluar merekam gambar mobil korban.



Namun, Simren menjelaskan menjelaskan individu yang mengunggah video insiden itu telah menyunting video tersebut dan gagal menunjukkan kejadian yang sebenarnya terjadi di Jalan Ampang itu.

"Dia (sopir wanita) menabrak mobil saya dari belakang. Saya menunggu dia untuk berhenti tetapi dia mencoba melarikan diri dan membuat saya harus mengejar dia dan mencegahnya melarikan diri.

"Bila dia berhenti, saya keluar dari mobil dan merekam gambar mobilnya dan pada saat itu juga saya melihat ada seorang penumpang yang merupakan warga asing yang sedang merekam tindakan saya.

"Kalau saya adalah road bully, saya bisa gunakan senjata atau apa-apa saja untuk mengancamnya tetapi saya tidak melakukannya," katanya.

Sementara itu di media sosial, tindakan netizen yang menghina dan mencerca bangsa Singh secara terbuka di Facebook membuat segelintir netizen berbangsa Singh kesal dan dirugikan.

"Jangan karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Jangan karena disebabkan pria itu, seluruh bangsa Singh dicerca dan dihina seperti ini.

"Ada yang sampai sebut nak bakar tempat ibadah kami. Apa salah tempat ibadah kami? Pria itu yang bersalah, dia yang tidak beradab. Bahkan kami juga malu dengan tindakannya itu.

"Ini masalah individu, bukan masalah bangsa. Kepada Simren Singh, minta maaf saja kepada mereka dan sudah jelas kau yang bersalah. Meminta maaf tak membuat awak kalah. Jangan babitkan ras dan agama hanya karena tindakanmu itu, "kata netizen berbangsa Singh.

Artikel Yang Mungkin Anda Minati

jual beli kereta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *