Home / Gaya Hidup / Empat negeri perlu warta taman laut masing-masing – Wan Junaidi

Empat negeri perlu warta taman laut masing-masing – Wan Junaidi

SETIU : Kementerian Sumber Asli dan Alam Sekitar menerapkan empat negara yang masih tidak memiliki taman laut mewartakan taman laut masing-masing untuk memastikan sumber ikan dan laut negara terus dipertahankan dan dilindungi dari kepunahan.

Menteri sumber Asli dan Alam Sekitar, Datuk Seri Dr Wan Junaidi Tuanku Jaafar mengatakan empat negara bersangkutan adalah Perak, Selangor, negeri Sembilan dan Melaka.

Katanya, pewartaan empat lagi taman laut itu juga untuk mencapai target 10 persen pewartaan perairan negara sebagai taman laut pada tahun 2020.

"Kini kita hanya capai empat persen wilayah perairan negara yang dinyatakan sebagai taman laut.

"Pewartaan taman laut ini adalah satu langkah jangka panjang kita dalam mempertahankan sumber laut karena daerah taman laut adalah daerah yang paling banyak ikan dan sumber laut berkembang biak.

"Kita masih kekurangan area memelihara sumber ikan sedangkan kita memiliki banyak pulau-pulau yang dapat dinyatakan sebagai taman laut yang bisa dijadikan tempat pembiakan sumber laut, ini yang harus dipahami oleh masyarakat," katanya.

Wan Junaidi mengatakan demikian kepada wartawan setelah Program Restorasi Karang oleh Departemen Taman Laut Malaysia (JTLM) di Taman Laut Pulau Redang, di sini, pada Senin.

Turut hadir, Direktur Jenderal JTLM , Datuk Sukarno Wagiman dan Wakil Sekretaris (Lingkungan), Datuk Sr Dr Azimuddin Bahari.

Pada program itu juga JTLM menerima pengakuan dari Malaysia Book Of Records (MBOR) setelah berhasil menanam 8,300 fragmen batu karang secara serentak di enam taman laut nasional, hari ini.

Wan Junaidi menerima pengakuan tersebut dari perwakilan MBOR, Lee Pooi Leng.

Beliau dalam pada itu mencatat bahwa ada negara yang tidak mewartakan perairan mereka sebagai taman laut karena masalah perairan yang kecil dan ingin memberikan cara untuk golongan nelayan menangkap ikan.

"Kami maklum jika perairan itu dinyatakan sebagai taman laut nelayan tidak lagi diizinkan menangkap ikan, tetapi itu hanya untuk kegiatan menangkap ikan secara komersial.

"bagi nelayan yang menangkap ikan secara tradisional itu masih diperbolehkan tetapi masih tunduk pada aturan yang ditetapkan oleh pihak JTLM," katanya.

– BERNAMA

facebook LIKE UTK TERIMA UPDATE TERKINI & KLIK [X] UTK TUTUP--> Button Close

Like kami di facebook untuk menerima update terkini terus ke wall facebook anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

kerja kosong malaysia