Home / Artikel / Budak 7 Tahun Disahkan Gila Akibat Terlalu Kuat Belajar
loading...

Budak 7 Tahun Disahkan Gila Akibat Terlalu Kuat Belajar

facebook LIKE UTK TERIMA UPDATE TERKINI & KLIK [X] UTK TUTUP--> Button Close

Like kami di facebook untuk menerima update terkini terus ke wall facebook anda.

Luluh hati kami baca kisah ini, dek karena si ibu terlalu inginkan anak menjadi seorang yang cerdas dan pandai sampai membawa akibat yang buruk terhadap anak sendiri. Memang tidak salah sebagai orangtua untuk mendidik anak-anak agar berhasil dalam pelajaran, namun kita tidak tahu sejauh mana otak mereka dapat menerima tekanan untuk menjadikan mereka seorang yang sukses.
Karena itu , orangtua harus tahu batas dan kemampuan anak-anak sejauh mana dan jangan terlalu menaruh tekanan pada mereka.
Kisah ini terjadi pada seorang golongan VIP yang terlalu inginkan anak perempuannya jadi pandai sampai tidak langsung waktu untuk bermain seperti anak-anak normal yang lain.
Akibatnya, anak perempuan yang berusia 7 tahun itu mulai berperilaku seperti gila. Korang baca kisah lanjut dekat bawah ni. jadikan pelajaran buat kita semua.
Dikutip dari seorang penulis yang berbagi cerita di Facebook,
“hari ini saya pergi ke rumah sakit, menziarahi anak teman saya yang sakit.
teman saya ini adalah seorang yang sukses dalam hidup dan merupakan seorang dari golongan VIP.
Putrinya adalah seorang yang lucu, berusia 7 tahun, saya membawakan boneka untuknya.
Waktu saya datang dia mengenali saya “makcik iti ek?” ia jawab saya “dengan agak terharu karena dia masih mengenali saya.
Makcik iti 42: 6 Berapa? doa masuk tandas apa?
Setelah menanyakan pertanyaan itu saya hanya terdiam kemudian dia menirukan gaya cikgunya yang mengajar di kelas dan menyanyikan lagu 5 × 5 = 25, setelah itu dia membacakan doa makan.
Makcik iti jom sambung ayat saya “saya pergi ke sekolah setelah itu saya balik ke? Soalnya sungguh-sungguh, dia memang cantik, pandai dan bijak.
Namun selama saya menemani anak ini di situ ibunya yang memerhatikan kami dan hanya mampu menangis mengalirkan air mata “saya turut berduka dengan penyakit yang di tanggung oleh anak perempuannya itu.
sakit apa?
Sebenarnya aku mengunjungi anak teman saya di rumah sakit jiwa, yaaa sebuah rumah sakit jiwa.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Dua minggu sebelum sakit anak perempuan teman saya ini selalu menjawab pertanyaan cikgunya dengan jawaban yang sama (7, 24: 6 = 4 dan how are you “dan jawaban lain seperti huruf jawi, kemudian dia menjawab pertanyaan sambil meniru gaya cikgunya ketika mengajar.
Menurut dokter yang merawat anak-anak malang ini , dia terlalu aktif dalam pembelajaran yang ditambah dengan tekanan dirumah ketika mengulang kaji beberapa mata pelajaran tanpa istirahat, dengan melakukan hal yang mereka suka seperti bermain sampai mengakibatkan otaknya penat.
yang lebih mengharukan lagi, waktu dia melihat ibunya menangis si anak berkata “ibu jangan menangis, saya dah pandai”
anak ini adalah penghuni rumah sakit jiwa paling muda di situ, ada 4 orang lagi yang berusia 12 tahun ke 15 yang juga mengalami gangguan jiwa karena broken home. Hanya dia seorang yang mengalami gangguan jiwa karena tekanan belajar yang di paksa oleh ibunya.
Jangan jadikan anak Anda sebagai tangga untuk memenuhi impian Anda atau pun ingin di puji orang lain memiliki anak yang bijak, biarkan mereka menjadi diri mereka sendiri dan berikanlah mereka kenangan masa kecil yang indah dengan bermain yang cukup. – Sehinggit Media

Incoming search terms:

Artikel Yang Mungkin Anda Minati

jual beli kereta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *